Austria mengaku melakukan ‘kesalahan yang tidak bisa ditoleransi’ dengan intel pada penyerang Wina

Austria mengaku melakukan 'kesalahan yang tidak bisa ditoleransi' dengan intel pada penyerang Wina


Oleh Reuters 5 jam yang lalu

Bagikan artikel ini:

Wina – Austria pada hari Jumat mengakui “kesalahan yang tidak dapat ditoleransi” dalam penanganan intelijen pada jihadis yang membunuh empat orang di Wina pada hari Senin, dengan mengatakan itu bisa menganggapnya sebagai ancaman yang lebih besar dan mengawasinya lebih dekat.

Kepala badan intelijen domestik utama untuk kota Wina, Kantor Provinsi Wina untuk Perlindungan Konstitusi dan Penanggulangan Terorisme (LVT) mundur sementara sementara penyelidikan dilakukan, Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer mengatakan pada konferensi pers. .

“Jelas dan dari sudut pandang kami telah terjadi kesalahan yang tidak dapat ditoleransi,” kata Nehammer.

Austria telah mengakui informasi intelijen dari Slovakia yang meraba-raba bahwa pria bersenjata berusia 20 tahun, yang ditembak mati oleh polisi saat mengamuk di pusat ibu kota, telah berusaha membeli amunisi di sana.

“Orang-orang di Jerman yang diawasi oleh intelijen Jerman tinggal di Austria pada musim panas dan juga bertemu dengan penyerang di sini,” kata kepala polisi Wina Gerhard Puerstl.

“Fakta-fakta ini bersama dengan temuan yang muncul dari informasi dari Slovakia bisa saja memberikan hasil yang berbeda mengenai penilaian ancaman yang dilakukan oleh pelaku,” tambahnya.

Nehammer mengatakan semua penilaian ancaman tersebut akan ditinjau untuk memastikan langkah-langkah pemantauan yang tepat diterapkan.

Austria juga memerintahkan penutupan dua masjid di Wina, salah satunya secara teknis adalah sebuah asosiasi, yang sering dikunjungi penyerang dan telah berkontribusi pada radikalisasinya, kata Menteri Integrasi Susanne Raab.

Austria menahan 15 orang sehubungan dengan serangan itu. Pengadilan Wina memerintahkan delapan dari mereka yang berusia 16-24 tahun untuk ditahan, katanya pada hari Jumat.

“Mereka diduga kuat terlibat dalam kejahatan pembunuhan, termasuk dalam organisasi teroris dan organisasi kriminal dengan mendukung penyerang menjelang serangan itu,” kata pengadilan tersebut, menambahkan bahwa keputusannya pada awalnya berlaku hingga November. 20.

Polisi di Jerman pada hari Jumat menggeledah rumah dan bisnis yang terkait dengan empat orang yang diyakini memiliki hubungan dengan penembak, yang oleh pihak berwenang Austria digambarkan sebagai teroris Islam.

Swiss juga telah menangkap dua pria yang menurut pihak berwenang di sana mengenal penyerang.


Posted By : Keluaran HK