Batch pertama vaksin Covid-19 SA masih terkunci sampai pemeriksaan kualitas selesai

Batch pertama vaksin Covid-19 SA masih terkunci sampai pemeriksaan kualitas selesai


Oleh Zintle Mahlati 114 detik yang lalu

Bagikan artikel ini:

Momen yang ditunggu-tunggu telah tiba di negara itu kemarin ketika masyarakat Afrika Selatan menyaksikan kedatangan 1 juta dosis vaksin virus corona yang akan segera diberikan kepada petugas kesehatan.

Presiden Cyril Ramaphosa, wakilnya, David Mabuza, dan Menteri Kesehatan Dr Zweli Mkhize menantang hujan lebat untuk menerima dosis pertama Covid-19.

Keamanan di Bandara Internasional OR Tambo kemarin sangat ketat, dengan tidak ada jurnalis yang diizinkan berada di dekat fasilitas landasan atau kargo.

Pengawalan polisi siap menemani vaksin ketika mereka meninggalkan bandara, dan polisi ditempatkan di titik-titik strategis di sepanjang rute menuju tujuan berikutnya dari kargo penyelamat hidup.

Berbicara dari bandara OR Tambo kemarin, Mkhize mengatakan tujuan dari proses vaksinasi adalah untuk menginokulasi sekitar 67% dari populasi negara itu pada akhir tahun – sekitar 40 juta orang.

Kiriman pertama ini bersumber dari AstraZeneca, sebagai bagian dari pengembangan vaksin Covishield perusahaan yang mencakup Universitas Oxford.

Dosis tersebut diproduksi di Institut Serum India dan meninggalkan negara itu pada hari Minggu.

Vaksin Covishield tersedia dalam dua dosis dan harus disimpan pada suhu antara 2 dan 8 ° C, menurut wakil direktur jenderal Departemen Kesehatan Anban Pillay.

Gejala umumnya ringan dan bisa termasuk sakit kepala dan pusing yang bisa berlangsung beberapa hari setelah vaksin diberikan.

Karena negara diharapkan menerima vaksin lain dari perusahaan seperti Pfizer dan Johnson & Johnson, hanya satu vaksin yang akan diberikan kepada setiap orang. Seseorang tidak dapat menerima vaksin yang berbeda dengan setiap dosis.

Batch pertama vaksin dipindahkan ke truk yang diparkir di luar pesawat Emirates yang mendarat setelah jam 3 sore.

Kiriman akan disimpan di cold storage di gudang Biovac di Johannesburg hingga perjalanan selanjutnya.

Vaksin tersebut akan diangkut ke fasilitas laboratorium nasional Layanan Kesehatan Nasional di Bloemfontein di mana vaksin tersebut akan menjalani pemeriksaan kualitas yang dapat memakan waktu antara 10 dan 14 hari, menurut Mkhize.

Kehadiran banyak polisi mengiringi vaksin ke gudang, dan diharapkan keamanan untuk perjalanan ke Bloemfontein akan sama ketatnya.

Setelah proses pemeriksaan kualitas, vaksin akan didistribusikan ke sembilan provinsi dan akan diberikan kepada petugas kesehatan baik di sektor swasta maupun publik.

Petugas kesehatan menjadi bagian dari fase pertama dari program vaksinasi karena bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan mereka. Negara itu telah kehilangan sejumlah petugas kesehatan karena virus.

Fase kedua dan ketiga akan mencakup pekerja lini depan lainnya dan fase ketiga akan mencakup masyarakat yang lebih luas.

Plt. Chief Operating Officer Departemen Kesehatan Milani Wolmarans menjelaskan, telah dibuat sistem database online untuk memantau proses vaksinasi.

Sistem tersebut dinamakan sistem data vaksin elektronik (EVDS).

Sistem akan melihat petugas kesehatan terdaftar untuk vaksinasi dan proses aplikasi.

Belum jelas kapan sistem registrasi data online akan diluncurkan.

IOL


Posted By : Hongkong Pools