Dukungan untuk proposal Steinhoff untuk menyelesaikan litigasi dan klaim warisan

Dukungan untuk proposal Steinhoff untuk menyelesaikan litigasi dan klaim warisan


Oleh Sandile Mchunu 2m yang lalu

Bagikan artikel ini:

DURBAN – STEINHOFF International kemarin mengatakan telah menerima dukungan luar biasa dari kreditornya atas proposal untuk menyelesaikan litigasi legacy dan berbagai klaim terhadapnya menyusul skandal akuntansi Desember 2017 yang hampir membuat pengecer bertekuk lutut.

Steinhoff mengatakan pihaknya memperoleh dukungan bulat dari pemberi pinjaman di seluruh fasilitas Hemisphere dan Seag, selain Kreditur Seag Facility A2, di mana Steinhoff memperoleh dukungan sebesar 93 persen berdasarkan nilai.

“Untuk fasilitas SFH, Steinhoff memperoleh dukungan antara 94 dan 96 persen berdasarkan nilai,” kata kelompok itu.

Dikatakan bahwa satu-satunya lembaga yang tidak setuju berafiliasi dengan entitas yang saat ini terlibat dalam sengketa tentang ketentuan penyelesaian yang diusulkan.

Dikatakan karena satu-satunya lembaga yang tidak setuju yang memberikan suara menentang permintaan izin, ia tidak dapat memperoleh dukungan 100 persen dari Kreditor Seag Facility A2 di bawah perjanjian pembayaran kontingen (CPU) Seag.

Steinhoff mengatakan pihaknya sekarang bermaksud untuk mengejar skema pengaturan hukum Inggris untuk mendapatkan persetujuan yang diperlukan dari kreditornya di bawah CPU Seag.

Kepala eksekutif Louis du Preez mengatakan meskipun dukungan kuat untuk permintaan persetujuan diterima di semua kelas kreditor dengan satu lembaga memberikan suara menentang, ia mengantisipasi bahwa ambang batas persetujuan 100 persen untuk instrumen tertentu dapat menimbulkan tantangan signifikan dalam memperoleh dukungan yang diperlukan sehubungan dengan instrumen tersebut. instrumen.

“Ini terutama terjadi mengingat kelompok pemberi pinjaman yang besar dan berbeda terlibat,” kata Du Preez. “Karena alasan ini, pada awal proses permintaan persetujuan kami mempertahankan opsi untuk menggunakan alternatif, skema pengaturan hukum Inggris, yang memiliki ambang batas persetujuan yang lebih rendah, untuk menerapkan amandemen yang diperlukan untuk mengejar penyelesaian yang diusulkan.”

Du Preez mengatakan grup tersebut sekarang akan mengambil rute itu untuk CPU Seag, di mana mereka tidak mendapatkan persetujuan yang diperlukan. Dia mengatakan kelompok tersebut menyadari bahwa ini akan memakan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

Pada Juli, Steinhoff mengatakan pihaknya terlibat dalam diskusi aktif dengan penggugat, perwakilan hukum mereka, kreditor, dan pihak terkait lainnya untuk proposal sebesar R16,5 miliar guna menyelesaikan sengketa hukum masa lalu yang timbul dari skandal akuntansi Desember 2017.

Du Preez menekankan kemarin bahwa penyelesaian tuntutan hukum warisan terhadap Steinhoff tetap menjadi prioritas utama mereka dan kemajuan nyata sedang dibuat. “Kami yakin bahwa penyelesaian yang diusulkan adalah untuk kepentingan semua pemangku kepentingan dan tetap fokus penuh untuk mengamankan jalan menuju pelaksanaannya,” katanya.

Steinhoff mengatakan pihaknya mengantisipasi peluncuran skema CPU Seag dengan penerbitan surat pernyataan praktik kepada kreditor yang berpartisipasi dalam beberapa hari ke depan.

Kelompok itu mengatakan pihaknya juga berencana mengadakan sidang skema bulan ini diikuti dengan pertemuan kreditor yang berpartisipasi pada pertengahan Desember dan pada akhir Januari.

Saham Steinhoff turun 4,55 persen di BEJ ditutup pada R0,84.

LAPORAN BISNIS


Posted By : https://airtogel.com/