FSCA mencabut izin Dikwena Funeral Parlor

FSCA menyambut hukuman 7 tahun penjara untuk penipu Gerrit Abraham Coetzee


Oleh Supplied 12m yang lalu

Bagikan artikel ini:

Financial Sector Conduct Authority (FSCA) telah mencabut izin penyedia jasa keuangan Dikwena Funeral Parlour (Pty) Ltd (“Dikwena”), mencekal Simon Mahlaola dan memberlakukan sanksi administratif sebesar R3,9 juta (termasuk biaya) kepada Dikwena.

Dikwena sebelumnya diberi wewenang oleh FSCA sebagai penyedia jasa keuangan Kategori I untuk hanya memberikan jasa penasehat keuangan dan perantara sehubungan dengan subkategori asuransi jangka panjang A (“polis bantuan”).

FSCA memulai penyelidikan setelah menerima pengaduan dari anggota masyarakat. Investigasi mengungkapkan bahwa Dikwena sengaja gagal untuk memastikan bahwa semua kliennya dijamin oleh perusahaan asuransi jangka panjang yang terdaftar.

Oleh karena itu Dikwena secara materil melanggar pasal 7 (1) UU Asuransi Jangka Panjang Nomor 52 Tahun 1998 (UU LTI) dan pasal 5 (1) UU Asuransi Nomor 18 Tahun 2017 (UU Perasuransian). Nasabah Dikwena periode 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Oktober 2018 mengalami kerugian minimal Rp 3,9 juta.

Oleh karena itu, FSCA memutuskan untuk:

  • Mengenakan sanksi administratif sebesar R3,9 juta (termasuk biaya) kepada Dikwena sesuai dengan pasal 167 (1) (a) Undang-Undang Peraturan Sektor Keuangan Nomor 9 Tahun 2017 (UU FSR);
  • Pencabutan izin Dikwena (nomor izin 43519); dan
  • Debar Simon Mahlaola, yang merupakan satu-satunya direktur dan Individu Kunci (KI) Dikwena, untuk jangka waktu 10 tahun.

KEUANGAN PRIBADI


Posted By : Togel Hongkong