Kekacauan taksi di Tshwane saat pengemudi memblokir jalan karena pembayaran bantuan Covid-19

Kekacauan taksi di Tshwane karena pengemudi memblokir jalan menginginkan pembayaran dari dana bantuan Covid-19


Oleh Staf Reporter 1 jam yang lalu

Bagikan artikel ini:

Pretoria – Aliansi Taksi Nasional telah mengorganisir pawai menuju Kepresidenan di Union Buildings hari ini yang mengakibatkan kekacauan di berbagai bagian kota. Mereka akan mengeluarkan nota tuntutan yang mencakup pembayaran dana bantuan Covid-19.

Di Ga-Rankuwa di utara kota, jalan-jalan diblokir sementara lalu lintas juga terhenti di utara N1.

Taksi juga berkumpul di terminal bus Tshwane di pusat kota Pretoria.

Jalanan di dalam dan di sekitar timur Pretoria tampak sangat tenang.

Jalan Lynnwood, yang mengarah ke Jalan N1 dan Simon Vermooten yang menuju ke N4 relatif kosong dengan sangat sedikit kendaraan yang tampaknya menuju ke pusat kota.

Pinggiran jalan raya N4 di Simon Vermooten Road serta jalan raya itu sendiri mengalir bebas.

Jalan Simon Vermooten menuju Mamelodi, serta Jalan Raya Solomon Mahlangu yang menuju dari Lynnwood menuju Mamelodi relatif sepi.

Ada laporan pagi hari tentang blokade taksi di tikungan Solomon Mahlangu Drive dan Atterbury Road, tetapi ini diselesaikan dalam waktu 10 menit dan lalu lintas kembali lancar.

Sementara itu, Kota Tshwane menarik busnya, membuat penumpang terdampar.

Dikatakan pihaknya mengutuk pembajakan salah satu busnya pagi ini di kawasan Orchards, utara Pretoria.

Ancaman dilakukan oleh supir taksi terhadap supir bus.

Sementara itu, MEC Pendidikan Gauteng Panyaza Lesufi mengatakan mereka yang menulis matriks yang terjebak dalam kekacauan dapat menulis ujian mereka di sekolah mana pun yang dekat dengan mereka. Mereka juga dapat datang terlambat hingga satu jam dan bus telah diberitahu untuk mengangkutnya tanpa biaya.

MMC Dikeledi Selowa mengatakan mereka mengadakan pertemuan pada hari Selasa dengan pengemudi taksi di mana industri melakukan protes secara damai.

“Tindakan mereka bertentangan dengan huruf dan semangat hak untuk melakukan protes seperti yang tertuang dalam Konstitusi,” katanya.

Selowa mengatakan mereka harus mengambil keputusan untuk menarik kembali bus mereka untuk melindungi aset mereka dan melindungi nyawa pengemudi dan penumpang.

Pretoria News


Posted By : Singapore Prize