Mahasiswa PMB mengikuti penutupan mahasiswa nasional


Oleh Penampilan Memuaskan Waktu artikel diterbitkan 9m yang lalu

Bagikan artikel ini:

Durban – MAHASISWA dari berbagai perguruan tinggi di Pietermaritzburg diharapkan untuk berbaris ke Badan Legislatif sebagai solidaritas dengan penutupan mahasiswa nasional pada hari Senin.

Penutupan itu dilakukan setelah Menteri Pendidikan Tinggi Blade Nzimande gagal menanggapi daftar 15 tuntutan dalam sebuah surat yang ditulis oleh para siswa yang memprotes di Pretoria pada hari Rabu di mana dia diberi waktu hingga Jumat untuk menanggapi.

Dalam surat yang ditulis oleh SA Union of Students (Saus), IOL melaporkan bahwa tuntutan termasuk pembebasan finansial dari hutang historis bagi semua siswa untuk “memastikan kelancaran pendaftaran” seperti yang terjadi di University of the Western Cape.

Saus juga menuntut penyediaan dana pascasarjana segera, termasuk kualifikasi diploma lanjutan untuk menjadi bagian dari kerangka pendanaan.

Serikat mahasiswa telah memberi tahu Nzimande dalam suratnya bahwa jika 15 tuntutan tidak dipenuhi atau ditanggapi oleh kantornya pada hari Jumat, mereka tidak akan punya pilihan selain mendeklarasikan penutupan nasional semua 26 universitas di negara itu mulai hari ini.

Para siswa juga ingin alokasi Skema Bantuan Keuangan Mahasiswa Nasional (NSFAS) untuk siswa yang baru pertama kali dibuka untuk pendaftaran sementara pemerintah menyelesaikan masalah pendanaan.

Penyelenggara pawai Pietermaritzburg Kwanele Mkhize mengatakan mahasiswa Pietermaritzburg TVET College, Unisa, UKZN dan DUT akan menjadi bagian dari protes tersebut.

“Pawai dimulai jam 8 pagi, kita akan bertemu di kampus Msunduzi TVET College dan menuju ke legislatif KZN,” katanya.

Mkhize menjelaskan bahwa tuntutan mereka termasuk bahwa semua siswa yang layak secara akademis dan yang kembali diizinkan untuk mendaftar dan semua tahun pertama akan didanai sepenuhnya selama kualifikasi.

“Harus ada review kurikulum dan kebijakan integrasi antara universitas, universitas teknologi dan TVET Colleges. Mahasiswa TVET College harus dibayar uang transportasi, akomodasi dan tunjangan makan sebagai hal yang mendesak. Pemerintah harus berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di sektor TVET untuk mengatasi krisis akomodasi sehingga mahasiswa memiliki asrama yang kondusif untuk prestasi akademik, ”ujarnya.

Mkhize mengatakan mereka juga menyerukan agar desa pelajar dibangun untuk menampung siswa TVET.

“Departemen harus memastikan distribusi data dan perangkat (laptop) yang adil dan merata bagi seluruh mahasiswa di perguruan tinggi khususnya sektor TVET dan pemasangan wi-fi berkecepatan tinggi di seluruh kampus dan warga. Pemerintah harus mengatasi kekurangan dosen di Sektor TVET ”.

[email protected]

Berita harian


Posted By : Hongkong Pools