Maskapai besar melarang ponsel Vivo setelah kebakaran bandara Hong Kong

Maskapai besar melarang ponsel Vivo setelah kebakaran bandara Hong Kong


Oleh IANS 12 jam yang lalu

Bagikan artikel ini:

Setelah palet kargo berisi smartphone Vivo Y20 terbakar di bandara Hong Kong minggu ini, sebuah maskapai kargo besar dilaporkan mengumumkan larangan ponsel Vivo.

Menurut Otoritas Android, pembuat ponsel pintar Cina, Vivo telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

“Kami melihat ada kiriman barang, beberapa di antaranya adalah produk Vivo, terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong pada 11 April,” kata Android Authority mengutip perusahaan tersebut.

“Kami telah memberikan perhatian tinggi dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna menentukan penyebabnya,” tambahnya, seraya mengatakan hal itu akan membuat media dan publik mendapat informasi tentang perkembangan apa pun.

Laporan tersebut, mengutip The Standard, mengatakan bahwa kebakaran kargo terjadi di apron bandara tepat sebelum palet yang berisi ponsel Vivo Y20 dan aksesori terkait akan dimuat ke dalam pesawat Kargo Udara Hong Kong menuju Thailand.

Beberapa outlet industri sejak itu melaporkan bahwa Hong Kong Air Cargo telah melarang perangkat Vivo dan dua perusahaan angkutan udara hingga pemberitahuan lebih lanjut, kata laporan itu.

Penyebab kebakaran belum diketahui, tetapi baterai lithium-ion yang digunakan di smartphone dapat menyebabkan kebakaran jika cacat atau rusak, tambahnya.

Tahun lalu, penerbangan United Airbus 320 menuju ke Bahamas dari Bandara Internasional Newark Liberty terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Daytona Beach, di Florida, setelah sumber daya cadangan penumpang untuk sebuah perangkat terbakar, menurut bandara Daytona Beach. pejabat.

“Kebakaran disimpan di tas penumpang, dimasukkan ke dalam kotak tahan api hingga pesawat mendarat dengan selamat,” kata pihak bandara di Twitter.


Posted By : Joker123