Orang tua menghadapi tindakan hukum karena tidak mengungkapkan siswa matrik positif Covid

Orang tua menghadapi tindakan hukum karena tidak mengungkapkan siswa matrik positif Covid


Oleh Sne Masuku 57m yang lalu

Bagikan artikel ini:

Durban – DEPARTEMEN Pendidikan Dasar kemarin memperingatkan dalam sebuah surat edaran bahwa orang tua, pengasuh, dan wali yang gagal mengungkapkan status Covid-19-positif dari calon matrik dalam perawatan mereka akan menghadapi konsekuensi hukum.

Dinyatakan bahwa calon matrik yang dinyatakan positif Covid-19 diwajibkan untuk memberi tahu kepala sekolah mereka segera sehingga pengaturan waktu dapat dibuat agar mereka dapat menulis di tempat isolasi.

Tempat tersebut akan mematuhi protokol dan peraturan kesehatan dan keselamatan yang berkaitan dengan ujian yang aman. Departemen tersebut meninjau protokolnya pada ujian sesuai dengan persyaratan Covid-19 dengan berkonsultasi dengan Departemen Kesehatan dan mengizinkan kandidat positif Covid-19 untuk menulis ujian di pusat isolasi.

Menurut protokol yang direvisi, Dinas Pendidikan Provinsi (PED) akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan provinsi untuk tempat isolasi terdekat. Kandidat Covid-19 juga diharapkan mengisolasi diri di rumah atau di fasilitas karantina dan hanya meninggalkan isolasi untuk menulis ujian.

Tempat isolasi dapat berupa karantina atau pusat isolasi yang didirikan oleh Departemen Kesehatan dengan tujuan mengisolasi orang; bisa jadi tempat seperti klinik, ruangan di rumah sakit, aula komunitas, aula gereja atau tempat lainnya termasuk rumah yang kondusif untuk penulisan ujian.

Pemeriksaan di tempat-tempat ini akan dilakukan oleh petugas kesehatan terlatih, guru, petugas ujian atau pengawas swasta.

Departemen Pendidikan mengatakan para guru akan melakukan tanggung jawab untuk mengawasi di pusat Covid-19 secara sukarela.

Serikat Guru Nasional (Natu) mengatakan pihaknya telah menyampaikan kekhawatiran pada pertemuan Jumat lalu dengan departemen tentang keselamatan guru jika mereka memilih untuk menjadi sukarelawan di pusat ujian isolasi Covid-19, dan telah menyarankan agar keamanan dikerahkan untuk memastikan guru tidak. terkena intimidasi dan kekerasan.

Sekretaris Jenderal Natu Cynthia Barnes mengatakan serikat pekerja telah menasihati anggotanya untuk tidak mengizinkan segala bentuk intimidasi, dengan mengatakan tidak ada yang akan terjadi pada mereka atau pekerjaan mereka jika mereka menolak untuk bertindak di pusat-pusat isolasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Mathanzima Mweli mengatakan akan ada kepatuhan ketat terhadap penggunaan masker dan penggunaan pembersih tangan, dan jarak fisik juga dapat diperpanjang hingga 1,5 meter, mengingat jumlah calon terbatas.

Berita harian


Posted By : SGP Prize