Pemerintah ANC mengambil waktu untuk bertindak atas peringatan penangkapan negara

Pemerintah ANC mengambil waktu untuk bertindak atas peringatan penangkapan negara


Oleh Kailene Pillay 2 jam yang lalu

Bagikan artikel ini:

Johannesburg – Ketua ANC Gwede Mantashe mengatakan pemerintah yang dipimpin Kongres Nasional Afrika (ANC) meluangkan waktu untuk bereaksi terhadap peringatan awal penangkapan negara karena sibuk “berteori” dan memutuskan harus ada komisi untuk penangkapan negara.

Dia memberikan bukti di Komisi Penyelidikan Penangkapan Negara tadi malam.

Setelah ditanyai oleh ketua bukti Advokat Alec Freund dan Wakil Ketua Mahkamah Agung Raymond Zondo, Mantashe mengatakan tidak perlu memiliki Komite Parlemen yang mengawasi presiden karena presiden yang sedang duduk tidak memiliki portofolio dan menjawab parlemen sebagai suatu kolektif.

Freund mengatakan kepada Mantashe bahwa tidak ada mekanisme institusionalisme yang memadai yang menangani masalah-masalah seperti tekanan yang tidak semestinya kepada presiden terkait pengangkatan kabinet.

Tetapi Mantashe mengatakan bahwa komite portofolio yang didedikasikan untuk kepresidenan “hanya akan bekerja selama dua jam”.

Zondo mengatakan bahwa mekanisme harus selalu ada untuk memastikan bahwa setiap anggota pemerintahan, termasuk presiden, dimintai pertanggungjawaban.

Sebelum kehadiran Mantashe, Komisi menerima pernyataan tertulis dari anggota Komisi Integritas ANC yang menyatakan bahwa mantan Presiden Jacob Zuma dipanggil untuk menghadap mereka pada tahun 2016.

Zuma diduga meminta agar tidak ada berita acara yang diambil dan tidak direkam.

Pada pertemuan tersebut, Komisi Integritas memberi tahu Zuma mengapa mereka yakin dia harus mundur dan setelah dua jam Zuma menjawab, Komisi tidak berubah pikiran, kata pernyataan tertulis itu.

Pada penampilan terakhirnya, Mantashe mengatakan bahwa Komisi Integritas ANC merekomendasikan Zuma mundur pada tahun 2013 dan sejak saat itulah ANC mengalami ketidakstabilan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Mahkamah Agung Raymond Zondo mengatakan sangat memprihatinkan jika ada yang mencoba mengintimidasi komisi agar tidak melakukan tugasnya. Dia berkomentar setelah kantor Komisi di Parktown dibobol selama akhir pekan. Sebuah laptop dan komputer desktop dicuri.

Zondo juga membenarkan bahwa selama sepekan mendapat laporan ada peluru yang ditemukan di salah satu kantor.

“Mereka harus tahu bahwa komisi tidak akan diintimidasi,” ujarnya.

Zondo mengatakan para pejabat Komisi mengorbankan banyak waktu mereka untuk melakukan pekerjaan Komisi dan mereka berdedikasi untuk pekerjaan mereka.

“Kami bertekad untuk melakukan apa yang harus kami lakukan hingga akhir zaman,” kata Zondo.

Kasus pidana untuk kedua insiden tersebut telah dibuka di Kantor Polisi Hillbrow, juru bicara Komisi Mbuyiselo Stemela membenarkan.

Video terkait:

[email protected]

Biro Politik


Posted By : Hongkong Pools