Penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan yang ditargetkan di Republik Afrika Tengah

Penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan yang ditargetkan di Republik Afrika Tengah


13m lalu

Bagikan artikel ini:

Oleh Asian News International

New York – Seorang penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa tewas dan satu lagi menderita luka-luka dalam serangan di Republik Afrika Tengah (CAR), kata juru bicara sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric.

Dalam sebuah pernyataan, Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengutuk serangan terhadap konvoi Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali (MINUSMA) pada hari Jumat di dekat Tessalit di wilayah Kidal.

Guterres menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa mungkin merupakan kejahatan perang.

Sekretaris Jenderal mengutuk keras serangan terhadap konvoi Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali (MINUSMA) yang terjadi pada 15 Januari 2021 dekat Tessalit di wilayah Kidal, yang mengakibatkan kematian seorang penjaga perdamaian Mesir dan luka-luka serius. ke yang lain, “bunyi pernyataan itu. “Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga yang berduka, serta kepada rakyat dan Pemerintah Mesir. Dia mengharapkan pemulihan yang cepat dan penuh bagi penjaga perdamaian yang terluka,” tambah pernyataan itu.

Serangan baru itu terjadi beberapa hari setelah tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa tewas dan enam lainnya cedera di Mali tengah setelah konvoi menghantam alat peledak dan diserang.

Juru bicara tersebut mengatakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak akan menyia-nyiakan upaya dalam mendukung otoritas Mali dalam mengidentifikasi dan segera mengadili para pelaku serangan keji ini.

“Sekretaris Jenderal menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa mungkin merupakan kejahatan perang. Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk mendukung pemerintah Mali dalam mengidentifikasi dan segera mengadili para pelaku serangan keji ini,” bunyi pernyataan itu. “Sekretaris Jenderal menegaskan kembali solidaritas Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan rakyat dan Pemerintah Mali,” tambahnya.

Sejak 19 Desember, koalisi kelompok pemberontak, yang menduduki dua pertiga dari CAR, dilaporkan melakukan ofensif untuk mengganggu pemilihan presiden dan legislatif yang berlangsung pada 27 Desember, Xinhua melaporkan.

Menurut UN News, meskipun ada upaya oleh kelompok pemberontak untuk menghalangi pemilihan presiden dan legislatif, hampir 2 juta orang Afrika Tengah memberikan suara mereka.

TAHUN


Posted By : Keluaran HK