Perampasan tanah gereja Chatsworth digagalkan

Perampasan tanah gereja Chatsworth digagalkan


Oleh Zainul Dawood | 19m yang lalu

Bagikan artikel ini:

Durban – PEMBAHASAN sedang dilakukan untuk menggagalkan upaya menyerbu sebidang tanah milik Gereja Pusat Kebangkitan Kristen di Chatsworth.

Aktivis komunitas Omi Nair mengatakan percobaan invasi tanah terjadi di belakang Sekolah Menengah Marklands dan di Jalan Papaver selama akhir pekan.

Tidak ada tanda masuk tanpa izin yang didirikan oleh gereja pada hari Rabu yang dicuri kemarin.

Nair mengatakan, persoalan tersebut bermula karena warga diberitahu bahwa pihak gereja tidak memberikan izin kepada Pemerintah Kota eThekwini untuk mendirikan gardu listrik di suatu tempat bernama pemukiman informal Bagdad. Miskomunikasi menyebabkan ketidaknyamanan di pemukiman informal.

Pada hari Rabu, berbagai pemain peran bertemu dengan perwakilan dari penyelesaian informal untuk menyelesaikan masalah tersebut di Chatsworth SAPS.

“Area yang diminta berada di sekeliling rumah informal dan tembok gereja. Pemprov DKI tidak bisa mendirikan gardu induk di sisi rumah itu karena tidak ada tempat, ”jelas Nair.

“Kami telah diyakinkan bahwa jika invasi berlanjut, seluruh kekuatan hukum akan digunakan untuk menangkap pelanggar di properti pribadi,” kata Nair.

Paul Lutchman, seorang wali gereja, mengatakan mereka tidak menerima pemberitahuan apa pun dan juga tidak ada yang berkomunikasi dengan mereka dari penyelesaian tentang gardu induk.

“Kami tidak memberikan izin untuk membangun gardu induk. Kami tidak mengetahui rencana untuk membangunnya. Empat rambu yang dicuri harganya R5.000. Ini anarki dan pelanggaran hukum, ”ujarnya.

Anggota Dewan Lingkungan Previn Vedan mengatakan sekelompok orang membersihkan situs di properti pribadi. Dia mengatakan masyarakat kesal karena sebagian tanah yang mereka tempati adalah milik gereja.

“Sebagai bagian dari program elektrifikasi, pihak gereja perlu berkonsultasi. Prosesnya tidak terjadi. Masyarakat merasa tertinggal dalam hal proyek kelistrikan. Mereka diduga ingin mengambil tanah di luar tembok. Ini bisa menjadi elemen oportunistik. Kami tidak memperkirakan akan terjadi invasi darat lebih lanjut, tapi jika terjadi, bisa jadi ada unsur kriminal yang terlibat, ”kata Vedan.

Nair mengatakan tuduhan dibuka di SAPS Chatsworth karena masuk tanpa izin, pencurian dan lainnya karena menghasut untuk menduduki tanah. Juru bicara polisi Kolonel Thembeka Mbele membenarkan bahwa kasus invasi darat dibuka di Chatsworth SAPS.

Berita harian


Posted By : Hongkong Pools