Popo Molefe menghambat tugas pengawasan anggota parlemen di Prasa, kata komisi Zondo


Oleh Siviwe Fake Waktu artikel diterbitkan 11m yang lalu

Bagikan artikel ini:

Johannesburg – Wakil Ketua Mahkamah Agung Raymond Zondo mengkritik bagaimana pengeluaran yang tidak teratur dibiarkan membengkak di Prasa, menjadi milyaran rand selama tahun-tahun keuangan berturut-turut, dengan sedikit yang dilakukan untuk mengekangnya atau meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Pada Senin, Komisi Penyelidikan Tangkapan Negara mendengarkan kesaksian terkait pengawasan Parlemen dari mantan ketua komite portofolio transportasi Dikeledi Magadzi.

Magadzi mengatakan dalam penyelidikan bahwa meskipun ada masalah dengan beberapa badan usaha milik negara (BUMN) yang melapor ke panitia, pengeluaran tidak teratur di Badan Kereta Api Penumpang Afrika Selatan (Prasa) menjadi perhatian khusus, karena sedang menjalani proses restrukturisasi yang termasuk pembelian kereta baru.

Menurut Magadzi, panitia sempat kesulitan melakukan pengawasan karena sering berganti menteri, anggota dewan, dan chief executive officer di parastatal.

Dia menuduh mantan pengurus Prasa di bawah ketua saat itu Popo Molefe telah membuat frustrasi kerja panitia.

“Kapan pun kami menginginkan informasi atau ingin melakukan pengawasan, Tn. Molefe selalu mengingatkan kami bahwa kami melampaui batas sehubungan dengan pengawasan yang ingin kami lakukan dan bahwa kami mengganggu tugas fidusia nya. Ini adalah beberapa hal yang kami alami dengannya, ”kata Magadzi.

Dia menambahkan bahwa panitia selalu kecewa ketika berusaha untuk bertemu dengan seluruh pengurus Prasa dengan hanya Molefe yang muncul.

“Bahkan ketika kita berurusan dengan hal-hal yang berkaitan dengan audit dan risiko, ketua bidang risiko tidak akan pernah ada. Itu hanya ketua dewan, ”ujarnya.

Komisi telah mendengar dari mantan dan mendiang auditor jenderal Kimi Makwetu, bahwa pengeluaran tidak rutin telah menggelembung dari R100-juta pada tahun keuangan 2013/14 menjadi R24,2-miliar pada 2017/18.

Zondo mengatakan dia terkejut dengan angka-angka itu dan itu membuatnya khawatir bahwa angka-angka itu meningkat setiap tahun seolah-olah tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh menteri dan parlemen.

“Anda akan mengira bahwa seseorang akan menghantam atap dan mengatakan ini tidak dapat lagi diizinkan untuk dilanjutkan dan bahwa tahun berikutnya akan benar-benar turun secara drastis. Ini seperti semua orang yang seharusnya melakukan pengawasan, sepertinya mereka tidak peduli dengan tren ini, tetapi itu adalah tren yang harus mengejutkan mereka dan membuat mereka melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, ”katanya.

Magadzi menuding pimpinan Prasa telah gagal selama bertahun-tahun menindaklanjuti keprihatinan Makwetu, serta rekomendasi yang dikeluarkan panitia tentang pembelanjaan tidak teratur dan maladministrasi di lingkungan BUMN.

“Yang membuat panitia cemas, berkali-kali persoalan yang diangkat baik oleh Kejaksaan Agung maupun panitia justru terulang kembali,” ujarnya.

Makwetu sebelumnya juga sempat mengkritisi panitia yang gagal menindaklanjuti tindakan korektif, termasuk pengelolaan konsekuensi di pihak Prasa.

Dia menunjukkan bahwa komite tidak memiliki sistem untuk membantu dalam menindaklanjuti dan memastikan implementasi dari rekomendasinya.

Penyelidikan terus berlanjut.

[email protected]

Biro Politik


Posted By : Hongkong Pools