Vunani membukukan kenaikan laba per saham 82%

Vunani membukukan kenaikan laba per saham 82%


Oleh Sandile Mchunu 4m yang lalu

Bagikan artikel ini:

DURBAN – VUNANI kemarin melaporkan lonjakan pendapatan yang kuat selama enam bulan hingga akhir Agustus, didorong oleh perputaran bisnis perantara efek serta akuisisi.

Grup jasa keuangan yang terdaftar di BEJ dan milik orang kulit hitam melaporkan kenaikan 82 persen dalam laba per saham (Heps) menjadi 19,7 sen per saham, naik dari 10,8 persen dibandingkan tahun lalu. Kelompok tersebut mengatakan peningkatan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh masuknya akuisisi baru-baru ini dari bisnis asuransi dan pengelolaan dana di Eswatini dan Botswana.

Pada awal tahun, Vunani mengakuisisi 60 persen saham Vunani Fund Manager Botswana (VFMB), sebelumnya adalah Stanlib Asset Manager, di Botswana serta bisnis asuransi jangka pendek yang beroperasi di Eswatini pada Desember 2019.

Grup tersebut mengatakan bahwa strategi turnaround yang diterapkan tahun lalu menghasilkan peningkatan kinerja dalam bisnis perantara pedagang efek institusional karena pendapatannya meningkat sebesar 40 persen menjadi R22,6 juta dan meningkat pada kerugian sebesar R2,4 juta menjadi laba sebesar R4,6 juta. periode saat ini.

Hasilnya, pendapatan grup meningkat 69 persen menjadi R288.2m sementara total laba melonjak 90 persen menjadi R36m.

Vunani mengatakan penunjukan bisnis jasa keuangan sebagai penyedia layanan esensial selama penguncian paksa menyebabkan gangguan minimum dan membuahkan hasil positif bagi grup.

Kepala eksekutif Butana Khoza mengatakan perdagangan di bawah iklim Covid-19 ditambah dengan ekonomi yang stagnan telah menjadi tantangan bagi grup.

“Strategi kami untuk membalikkan bisnis pialang saham kami yang berkinerja buruk, pengoptimalan bisnis di seluruh perusahaan, dan integrasi akuisisi kami yang berhasil telah membuahkan hasil. Ini akan menjadi penting karena kami memfokuskan perhatian pada intervensi strategis berikutnya yang memerlukan pemisahan kegiatan investasi utama kami dari bisnis jasa keuangan operasional kami, ”kata Khoza.

Vunani mengumumkan dividen interim sebesar 5c per bagian dari cadangan pendapatan.

Segmen pelaporan grup meliputi pengelolaan dana, administrasi aset, asuransi, perbankan investasi (layanan konsultasi dan perantara sekuritas institusional) dan ekuitas swasta (investasi lain dan perdagangan komoditas).

Grup tersebut mengatakan bahwa segmen perdagangan komoditasnya merasakan dampak dari lockdown dan penurunan harga batu bara yang berdampak negatif pada aktivitas penambangan karena melaporkan kerugian sebesar R1,9 juta.

Segmen pengelolaan dana mencatat kenaikan pendapatan 68 persen menjadi R66.9m dan laba naik 128 persen menjadi R8.9m. Manajer Investasi Vunani melaporkan peningkatan 12 persen pada aset kelolaan menjadi R44,6 miliar, naik dari R39,6 miliar pada akhir Februari.

Ke depan, Khoza mengatakan grup akan melanjutkan fokusnya pada peningkatan kinerja bisnis operasionalnya serta meningkatkan sinergi.

“Vunani akan terus melihat akuisisi yang sejalan dengan diversifikasi bisnis jasa keuangan,” ujarnya.

Saham vunani tetap tidak berubah di BEJ kemarin dan ditutup pada level R2,50.

LAPORAN BISNIS


Posted By : https://airtogel.com/