Warga Mabopane marah kepada Eskom karena tidak ada perbaikan trafo yang tersambar petir

Warga Mabopane marah kepada Eskom karena tidak ada perbaikan trafo yang tersambar petir


Oleh Rapula Moatshe 50m yang lalu

Bagikan artikel ini:

Pretoria – Warga di Blok B Mabopane sudah kehabisan akal setelah mencoba tanpa hasil agar Eskom memperbaiki trafo yang disambar petir sepekan lalu.

Setidaknya 61 rumah tangga diliputi kegelapan setelah petir menyambar trafo yang memasok listrik kepada mereka.

Banyak yang terpaksa membuang makanan yang didinginkan seperti daging, yang rusak karena pemadaman listrik.

Kemarin, warga menuding Eskom karena kehilangan bahan makanan yang mereka beli selama sebulan.

Berbicara atas nama mereka, Mohau Kekana menuduh perusahaan listrik memberikan perlakuan yang tidak adil kepada penduduk dengan tidak memperhatikan masalah tersebut meskipun hal itu dilaporkan dalam banyak kesempatan.

Dia mengatakan kepada Pretoria News bahwa banyak warga telah memberi tahu Eskom tentang trafo yang rusak, tetapi semua keluhan tidak didengar.

“Kata Eskom, sebelum bisa menangani masalah kita, mereka harus menyelidikinya terlebih dahulu, padahal masalah itu bersumber dari sambaran petir,” kata Kekana.

Penegasan Eskom yang jelas didasarkan pada asumsi bahwa trafo mungkin meledak akibat kelebihan beban pada jaringan listriknya yang disebabkan oleh koneksi ilegal.

Namun, kata Kekana, sebagian besar masyarakat yang tinggal di kawasan itu adalah orang dewasa yang takut menyambungkan listrik secara ilegal.

“Ini daerah yang tenang orang dewasa. Kebanyakan orang membeli listrik secara teratur dan Eskom hanya tidak menghormati kami dan mereka memperlakukan kami seperti penjahat bahkan sebelum diselidiki,” katanya.

Dalam upaya untuk mengatasi penderitaan masyarakat, Kekana mengajukan pengaduan ke pelindung publik, komisi hak asasi manusia, kepresidenan dan Pejuang Kebebasan Ekonomi, mencari intervensi mereka.

Dia masih menunggu tanggapan dari organisasi.

“Kami kehilangan bahan makanan sekitar R1.000 di rumah saya. Kami membeli daging di Woolworths dan kami membelinya dalam jumlah besar. Sebagian terbuang percuma dan sebagian lagi harus saya braai dengan cepat beberapa hari yang lalu. Semua makanan kami telah terbuang dan kami tidak. mendapatkan kesenangan apapun dari Eskom, ”ujarnya.

Dia mengatakan bahkan para lansia, yang hanya memiliki dana pensiun sebagai satu-satunya alat pendapatan, harus membuang makanan mereka.

“Kata Eskom, satu-satunya waktu bisa mengaudit rumah tangga kita adalah ketika salah satu pihak yang terkena dampak dari 61 rumah tangga itu bisa berkeliling dan mengambil meteran seluruh rumah tangga dan nomor KTP pemiliknya dan mengirimkannya ke Eskom,” ujarnya. .

Kekana mengeluhkan fakta bahwa perusahaan listrik tampaknya telah menilai mereka seolah-olah mereka adalah penjahat sebelum dapat memperbaiki masalah yang disebabkan oleh sambaran petir.

“Orang dewasa membeli listrik. Mereka tidak menyambung secara ilegal; mereka takut melakukan hal-hal seperti itu,” katanya.

Pretoria News menghubungi Eskom, yang berjanji akan menjelaskan situasi tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Pretoria News


Posted By : http://54.248.59.145/